Powered by Blogger.
  • Beranda
  • Profil
  • Sumber Daya
    • Alam
    • Manusia
  • VISI
  • MISI
facebook twitter instagram Email

Jejangkit Pasar

-----------------------------------------------------------------------------------



            Kecamatan Jejangkit memiliki sejarah yang unik serta menarik untuk diketahui. Berawal dari lahan kosong yang tidak berpenghuni, namun sekarang menjadi desa yang masyarakatnya terdiri dari berbagai etnis dan budaya. Hal ini pula yang membuat Jejangkit memiliki sosial budaya yang sangat rural-agriculture karena sebagian besar masyarakatnya berasal dari sub rumpun banjar Hulusungai seperti Kandangan, Barabai, Amuntai, Rantau dan sebagian kecil Martapura.
            Pada awalnya Desa Jejangkit Pasar merupakan salah satu desa di Kecamatan Mandastana yang umurnya relatif sama tua dengan umur ibu kota kecamatan yakni sungai puntik. Sejak 1970-an, Jejangkit  sering disebut orang dengan gang buntu, sebutan kampung yang berada di ujung banua karena tidak ada jalur yag menghubugkan dengan perkampungan berikutnya(Arbain,2014). Namun pada tahun 1990-an mulai dibuat jalan tembus ke sungai gampa kecamatan Rantau badauh, ke desa Puntik dalam kecamatan Mandastana dan  ke Simpang Lima rendah demikian juga sebaliknya.
Desa Jejangkit Pasar memiliki luas sekitar 18 km persegi, sebagian besar yaitu 12,6 km persegi (68,8%) adalah tanah paung (lahan yang tidak digarap) yang ditumbuhi rumput purun dan pohon galam. Sedangkan sebagian kecil 5,4 km persegi (31,2%) berupa lahan pertanian dan perkebunan.
Pendapatan warga setempat adalah berasal dari menanam padi, mencari ikan, menangkap burung dan menebang kayu sekitar ujung desa. Namun penghasilan masyarakat di jejangkit saat ini menurun karena berbagai aspek salah satunya bertambahnya keasaman sungai yang menjadi saluran irigasi sawah mereka. Hal ini pula yang mempengaruhi masyakat untuk melakukan mobilitas kerja. Yaitu berpindah lapangan kerja.
Dari segi demografi, penduduk Desa Jejangkit Pasar berjumlah 1.180 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 316.
            Memandang dinamika sosial budaya masyarakat maka kita akan berkenalan dengan kepala padang yakni Datu Palung sekitar tahun 1960-an beliau pertama kali membuka kampung Jejangkit ini. Berpusat di Desa Jejangkit Pasar datu Palung membawa serta keluarganya (bubuhan kandangan) membuat lahan pertanian yang awalnya hutan belantara. Sekitar 4 buah rumah besar mereka buat pada awal membuka lahan pertanian. Seiring berjalannya waktu sanak keluarganya berdatangan hingga sekarang. Selain Sanak keluarga, juga ada orang lain yang ingin ikut mengolah lahan pertanian juga datang ke Jejangkit. Setiap ada warga yang datang maka melapor kepada Datu Palung.
            Kemakmuran yang ada di daerah Jejangkit ini menjadi sorotan para perantau untuk datang kesana mencari usaha. Berbagai usaha yang menjanjikan di Jejangkit menjadi alasan mereka berdatangan dan memilih untuk menetap menjadi penduduk.
            Namun berbeda dengan yang terjadi sekarang ini, penghasilan masyarakat sepuluh tahun terakhir banyak yang menurun. Penghasilan dari pertanian tidak bisa menjadi penopang kebutuhan hidup lagi, banyak masyarakat yang melakukan mobilitas kerja.
            Adapun data pekerjaan yang di lakukan masyarakat, sebagai berikut:
No
Jenis Pekerjaan Utama
Tingkat Pendapatan Responden
Total
100-250 Ribu
260-550 Ribu
560-750 Ribu
>1 Juta
1.
Bertani
6,7 %
76,7%
-
-
83,3%
2.
Buruh Tani
-
10%
-
-
10%
3.
Mendulang Emas
-           
-           
3,3%
-
3,3%
4.
Berdagang
-
-
-
3,3%
3,3%
Total
6,7%
86%
3,3%
3,33%
100%
Sumber: Arbain, 2004
            Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pendapatan masyarakat yang dominan adalah 260-550 ribu perbulan. Menurut penuturan warga penghasilan tersebut dicukup-cukupkan untuk memenuhi kebutuhan.
Melihat keadaan pekerjaan yang semakin menipis ditambah dengan tekanan ekonomi maka banyak masyarakat yang melakukan mobilitas pekerjaan. Dulu mereka yang datang namun sekarang mereka yang pergi. Mobilitas pekerjaan ini dilakukan dengan dua cara yaitu, berpindah pekerjaan namun menetap di Jejangkit. Dan pergi keluar dari Jejangkit, adapun daerah yang dipilih oleh masyarakat adalah katingan, Kalteng, Anjir/Tamban, Gambut, Banjarmasin, Aluh-aluh, Haraan Kota Baru, dan Cempaka Martapura.
(Referensi:
Arbain, Taufik. 2014. Orang Jejangkit.Banjarmasin:Pustaka banua.)


Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Data Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Prasarana dan Sarana serta Kelembagaan yang telah dikumpulkan Pokja Profil di tingkat desa selanjutnya  perlu diolah dan dianalisis oleh Tim Pengolahan Data Profil di tingkat desa dan tingkatan selanjutnya. Tujuan analisis data potensi desa dimaksudkan untuk mengetahui perubahan potensi Sumber daya Alam, Sumber Daya Manusia, Potensi Kelembagaan,dan Prasarana yang dimiliki desa. Dari potensi tersebut , dapat diketahui potensi pengembangannya pada masa mendatang. Selain itu, analisis potensi desa juga ditujukkan untuk mengetahui factor penghambat penduduk, factor penghambat kelembagaan, factor penghambat prasarana dan sarana maupun factor penghambat sumber daya alam
1.       Lembaga Pemerintahan
PEMERINTAHAN DESA / KELURAHAN
Dasar Hukum Pembentukan Pemerintahan Desa
Ada
Keputusan Bupati
Dasar Hukum Pembentukan BPD
Ada
Keputusan Bupati
Jumlah Aparat Pemerintahan Desa
13 Orang
Jumlah Perangkat Desa
5 Unit Kerja
Kepala Desa
Ada
Sekretaris Desa
Ada
Kepala Urusan Umum dan Perencanaan
Ada`
Kepala Urusan Keuangan
Ada
Kepala Seksi Pemerintahan
Ada
Kepala Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan
Ada
Bendahara Desa
Ada
Bendahara Aset
Ada
Tingkat Pendidikan Aparat Desa

Kepala Desa
S1
Sekretaris Desa
S1
Kepala Urusan Umum dan Perencanaan
S1
Kepala Urusan Keuangan
SLTA
Kepala Seksi Pemerintahan
S1
Kepala Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan
S1
Bendahara Desa
SLTA
Bendahara Aset
S1
Keberadaan BPD
Aktif
Jumlah Anggota BPD
5 Orang

2.       Lembaga Kemasyarakatan
LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Keberadaan LPM
Ada
Dasar Hukum Pembentukan

Jumlah Pengurus
11 Orang


PKK

Dasar Hukum Pembentukan

Jumlah Pengurus
7 Orang
Alamat Kantor
Balai Desa


RUKUN WARGA

Jumlah RW
3
Dasar Hukum Pembentukan

Alamat
Masing-masing RW


RUKUN TETANGGA

Jumlah RT
6
Dasar Hukum Pembentukan

Alamat
Masing-masing RT
KARANG TARUNA

Dasar Hukum Pembentukan

Jumlah Pengurus
30 orang
Alamat
Balai Desa


KELOMPOK TANI

Dasar Hukum Pembentukan

Jumlah Pengurus
6 Unit
Alamat
Masing-masing Wilayah


ORGANISASI KEAGAMAAN

Dasar Hukum Pembentukan

Jumlah Pengurus



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About me

About Me
About Me

Kami adalah kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang berasal dari FISIP ULM Banjarmasin Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2015.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • DATA
  • MISI
  • PROFIL
  • SUMBER DAYA ALAM
  • SUMBER DAYA MANUSIA
  • VISI

recent posts

Blog Archive

  • August 2018 (11)

Created with by Jejangkit Pasar Team - Thanks to Jejangkit Pasar Team